BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Monday, October 26, 2009

Happy Fruitty

Bacaan : Yohanes 15 : 1-8 (Spirit edisi cetak)

Selain percaya kepada Tuhan Yesus hal penting apa lainnya yang harus dilakukan bagi setiap 0rang percaya? Alkitab menyebutkan dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus menyebutkan bahwa penting bagi kita semua untuk berbuah karena jika tidak maka kita akan dilemparkan kedalam api (neraka) (5-6). Mengapa Tuhan Yesus menginginkan hal itu? Karena dengan berbuah kita mempermuliakan Allah Bapa.

Saat ini banyak orang Kristen tidak menyadari akan tugas yang penting ini. Selain percaya kepada Tuhan Yesus, kita juga harus bertumbuh dan menghasilkan buah. Globalisasi, kemajuan teknologi telah menyihir manusia sehingga merasa cukup dengan mempercayai Tuhan. Cukup dengan menjadi Kristen semenjak lahir. Cukup dengan pergi ke gereja setiap hari minggu. Bahkan beberapa merasa sudah pas ketika mereka memegang sebuah jabatan dalam lingkup gereja. Sedangkan untuk berbuah dianggap tidak terlalu penting lagi.

Sama halnya ketika sebuah pohon mangga tidak berbuat di halaman rumah kita, demikianlah yang akan dilakukan Tuhan. Memotong setiap dahan yang tidak menghasilkan buah.

Jujur saja sebisa mungkin saya ingin menghasilkan buah. Entah buah jiwa, buah roh ataupun buah pertobatan. Untuk buah jiwa, setiap saya mengingat, saya pasti akan mendoakan anak-anak sekolah minggu yang saya ajar. Saya selalu meminta kepada Tuhan, setidaknya satu anak bisa menjadi tentara Tuhan yang radikal dan luar biasa. Sembari itu, saya juga berusaha sekuat tenaga agar setiap anak yang saya ajar mencintai Tuhan Yesus dengan tulus dan segenap hati mereka.

Jadi marilah setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus untuk menghasilkan buah disela-sela kesibukan kita. Dan percaya bahwa Tuhan Yesus akan selalu menyertai di setiap usaha kita.... Haleluya. Amin

True Love of the world version

Bacaan : II Samuel 13 : 1-19 (Spirit Girls edisi Oktober :cetakan: )

William Shakespeare, salah satu sastrawan dunia mengatakan "Love looks not with the eyes, but with the mind (Cinta tidak dilihat dengan mata tetapi dengan pikiran).

Kalau kita telaah lebih lagi apa yang dikatakan oleh William Shakespeare itu ada benarnya, bahwa cinta itu tidak dapat dilihat dengan mata, karena jika seseorang merasa telah melihat cinta dengan matanya, maka tanpa dia sadari bahwa saat itu bukan cinta yang dilihatnya akan tetapi nafsu.

Hal ini terbukti dalam Alkitab, kasus Raja Daud dan anaknya Amnon. Waktu melihat Betsyeba dan Tamar, kedua ayah dan anak itu merasa melihat cinta yang tanpa mereka sadari bahwa apa yang mereka lihat itu adalah nafsu mereka. Dalam Alkitab selanjutnya kita dapat membaca bagaimana Raja Daud mengirim Uria, suami Betsyeba untuk maju kebaris depan yang akhirnya medatangkan kematian bagi Uria. Sama halnya dengan Amnon, karena nafsu dia memerkosa adiknya sendiri. Dan itulah yang terjadi dengan dunia percintaan saat ini.

Banyak anak-anak muda terjerumus ke dalam pengertian cinta yang sesat itu. Banyak anak muda terjerumus ke dalam pergaulan seks bebas. Padahal Tuhan tidak menyukai seks sebelum menikah karena kita diciptakannya sesuai dengan gambarannya.

Siapa pun yang tidak sengaja membaca short khotbah ini, kalau kalian sudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas itu, bertobatlah, Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Pemaaf. Datanglah ke khadiratNya dengan hati yang hancur dan bersungguh-sungguh mau bertobat dan biarkan mujizatNya bekerja memperbaharui hati dan pikiran kita. Buat yang belum, semoga dan harus diusahakan agar tidak terjurumus, tetap berpegang kepada Tuhan Yesus, karena jaman sekarang itu jahat dan kesudahan dari dunia ini semakin dekat. Hanya mereka yang bertahan dan tetap tinggal dalam Tuhan yang dapat melihat Yerusalem Baru. Sebuah tempat yang sudah disiapkan Tuhan Yesus bagi setiap anak-anakNya yang lulus ujian......

Jadi mari kita semua kembali kepada Tuhan Yesus dan biarkan Dia mengambil alih kehidupan kita sepenuhnya..... Haleluya. Amin

Introspeksi Diri

Bacaan : 2 Korintus 13 : 5-10 (Spirit Motivator edisi cetak)

Ketika masalah datang terkadang kita menyalahkan orang lain. Begitu juga ketika dalam suatu kelompok, entah itu kelompok kerja ataupun pelayanan, ketika apa yang direncanakan sebelumnya tidak berjalan dengan lancar, maka sangat mudah bagi kita, apalagi sebagai seorang pemimpin untuk menyalahkan orang lain.

Akan tetapi tanpa kita sadari bahwa masalah itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri.

Rasul Paulus dalam suratnya ke jemaat Korintus sendiri mengajarkan bahwa sebagai pengikut Kristus kita juga harus menguji diri sendiri, yang mana dalam hal ini introspeksi. Terkadang kita butuh orang lain untuk membuka mata kita. Sama halnya Rasul Paulus menegur, mengingatkan dan mengajak jemaat Korintus untuk selalu mengintrospeksi diri dalam melayani dan mengikuti Tuhan. Agar apa yang menjadi tujuan mereka selama ini tetap terjaga.

Oleh karena itu kita sebagai manusia yang sudah dimerdekakan oleh Tuhan Yesus juga harus bersedia mengintrospeksi diri, harus siap ketika teguran demi teguran datang. Karena ketika itu semua terjadi, itu adalah tanda bahwa Tuhan masih sayang kepada diri kita dan Dia ingin melihat kita tidak hanya menjadi anak-anakNya yang gampang, akan tetapi seorang anak yang penuh semangat juang dalam memberitakan kebenaran.

Kalau kita baca lebih lanjut dalam Alkitab, kita akan menemukan nabi-nabi yang sukses karena mereka selain percaya kepada Allah juga mereka mau menerima segala kritikan dan mengintrospeksi diri mereka sesudah itu. Misalkan saja Raja Daud, ketika Allah menegurnya lewat Nabi Natan, dengan segera dia mengintrospeksi dirinya dan bertobat kembali kepada Allah.

Salah satu kesalahan manusia yang sering terjadi yaitu ketika mendapatkan sebuah teguran, reaksi pertama yang mereka berikan adalah amarah. Memang untuk menyusun teori itu lebih gampang daripada prakteknya. Tetapi tiada yang mustahil ketika kita bertobat dan berjalan bersama Tuhan Yesus.

Oleh karena itu, marilah kita mau membuka diri kita atas kritikan yang membangun dan mau mengintrospeksi diri kita, apapun jabatan kita saat ini (orang tua, bos dalam sebuah perusahaan, pemimpin rohani, pendeta jemaat, manager, dstnya.) Dan kita akan menyaksikan betapa kebesaran dan keajaiban Tuhan akan nyata dalam kehidupan kita. Haleluya. Amin

Khotbah Pdt. Petrus Agung