Bacaan : 2 Korintus 13 : 5-10 (Spirit Motivator edisi cetak)
Ketika masalah datang terkadang kita menyalahkan orang lain. Begitu juga ketika dalam suatu kelompok, entah itu kelompok kerja ataupun pelayanan, ketika apa yang direncanakan sebelumnya tidak berjalan dengan lancar, maka sangat mudah bagi kita, apalagi sebagai seorang pemimpin untuk menyalahkan orang lain.
Akan tetapi tanpa kita sadari bahwa masalah itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri.
Rasul Paulus dalam suratnya ke jemaat Korintus sendiri mengajarkan bahwa sebagai pengikut Kristus kita juga harus menguji diri sendiri, yang mana dalam hal ini introspeksi. Terkadang kita butuh orang lain untuk membuka mata kita. Sama halnya Rasul Paulus menegur, mengingatkan dan mengajak jemaat Korintus untuk selalu mengintrospeksi diri dalam melayani dan mengikuti Tuhan. Agar apa yang menjadi tujuan mereka selama ini tetap terjaga.
Oleh karena itu kita sebagai manusia yang sudah dimerdekakan oleh Tuhan Yesus juga harus bersedia mengintrospeksi diri, harus siap ketika teguran demi teguran datang. Karena ketika itu semua terjadi, itu adalah tanda bahwa Tuhan masih sayang kepada diri kita dan Dia ingin melihat kita tidak hanya menjadi anak-anakNya yang gampang, akan tetapi seorang anak yang penuh semangat juang dalam memberitakan kebenaran.
Kalau kita baca lebih lanjut dalam Alkitab, kita akan menemukan nabi-nabi yang sukses karena mereka selain percaya kepada Allah juga mereka mau menerima segala kritikan dan mengintrospeksi diri mereka sesudah itu. Misalkan saja Raja Daud, ketika Allah menegurnya lewat Nabi Natan, dengan segera dia mengintrospeksi dirinya dan bertobat kembali kepada Allah.
Salah satu kesalahan manusia yang sering terjadi yaitu ketika mendapatkan sebuah teguran, reaksi pertama yang mereka berikan adalah amarah. Memang untuk menyusun teori itu lebih gampang daripada prakteknya. Tetapi tiada yang mustahil ketika kita bertobat dan berjalan bersama Tuhan Yesus.
Oleh karena itu, marilah kita mau membuka diri kita atas kritikan yang membangun dan mau mengintrospeksi diri kita, apapun jabatan kita saat ini (orang tua, bos dalam sebuah perusahaan, pemimpin rohani, pendeta jemaat, manager, dstnya.) Dan kita akan menyaksikan betapa kebesaran dan keajaiban Tuhan akan nyata dalam kehidupan kita. Haleluya. Amin
Monday, October 26, 2009
Introspeksi Diri
Posted by Jennifer at 4:34 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment